Apakah sunat pada pasien diabetes bisa dilakukan? Pertanyaan ini berkaitan dengan penderita diabetes yang perlu berhati-hati mengingat kemampuan penyembuhan luka mereka yang buruk, dan risiko infeksi, terutama jika mereka memiliki sirkulasi darah yang buruk.
Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi saat tubuh tidak dapat mengontrol kadar gula darahnya. Ini adalah penyakit kronis yang dapat diderita seseorang seumur hidupnya.
Penyebab kondisi ini adalah pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin atau jika tubuh resisten terhadap insulin, yang secara teknis disebut sensitivitas insulin. Saat glukosa (gula) masuk ke tubuh Anda dari makanan (seringkali karbohidrat) dan dibawa dalam aliran darah Anda, insulin membawanya ke dalam sel-sel Anda. Ketika sel-sel tidak bereaksi terhadap insulin, maka hal ini mengakibatkan sel-sel Anda memiliki lebih sedikit gula, yang menyebabkan kadar gula darah Anda meningkat.
DM menyebabkan gejala seperti kelelahan, peningkatan rasa haus, penurunan berat badan yang berlebihan, dan dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti masalah jantung, kerusakan saraf, dan masalah mata. Kondisi yang melemahkan dan membutuhkan perawatan serta pengawasan medis jangka panjang.
DM dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk menjalani dan pulih dari sunat serta prosedur pembedahan lainnya. Penting bagi Anda untuk memahami potensi komplikasi dari prosedur ini jika Anda menderita DM.
Baca Juga: Alasan Sunat Saat Dewasa Ini Bisa Jadi Pertimbangan Untuk Anda yang Masih Ragu
Apa Pengaruh Sunat Pada Pasien Diabetes?
Berikut adalah dampak yang dapat timbul jika pasien DM diabetes ingin menjalani sunat:
1. Penyembuhan luka yang lebih lambat
Hal ini karena DM meningkatkan kadar gula darah Anda yang dapat memperlambat proses penyembuhan luka setelah operasi. Akibatnya, hal ini meningkatkan risiko infeksi penis.
2. Masalah kulup
Pria penderita DM lebih mungkin mengalami masalah kulup akibat kondisi seperti fimosis atau balanitis. Kondisi seperti ini memengaruhi kulup dengan cara mengencangkan atau membengkakkannya, sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan sunat.
3. Pertimbangan
Dokter mungkin meminta pasien untuk menstabilkan kadar glukosa darah mereka sebelum memulai prosedur untuk mencegah komplikasi. Pasien akan dipantau selama masa pemulihannya untuk memastikan bahwa ia sembuh dengan baik.
Apakah Sunat Pada Pasien Diabetes Bisa Dilakukan?
Ya, sunat pada pasien diabetes dapat dilakukan, asalkan mereka mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Tindakan pencegahan ini dapat membantu pria tersebut menghindari komplikasi yang dapat disebabkan oleh DM.
Berikut adalah tindakan pencegahan yang harus Anda lakukan jika Anda seorang pria penderita diabetes dan ingin menjalani sunat:
- Pengendalian gula darah: Kendalikan kadar gula darah Anda sebelum prosedur pembedahan.
- Penilaian: Dokter harus menilai kesehatan Anda secara keseluruhan dan kadar glukosa darah Anda.
- Hidrasi dan nutrisi: Anda harus cukup terhidrasi dan mengikuti diet yang kaya nutrisi untuk membantu penyembuhan dan menstabilkan kadar gula darah sebelum prosedur.
- Jangan menekan kayu terlalu keras: Hindari aktivitas fisik untuk mencegah tekanan yang dapat merusak luka pada lokasi operasi.
- Risiko infeksi: Infeksi pasca-tindakan dapat Anda cegah dengan mengonsumsi antibiotik atau antiseptik.
- Menindaklanjuti: Lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter agar mereka dapat memantau proses penyembuhan Anda.
Meski tindakan sunat terbilang aman, namun untuk Anda penderita DM yang ingin melakukan sunat, sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang pengendalian diabetes Anda dan komplikasi apa pun yang Anda alami akibat diabetes. Anda dapat melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter di Rumah Sunat dr. Mahdian jika masih memiliki berbagai pertanyaan dan pertimbangan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menemukan Dokter Sunat Dewasa Terpercaya?


