Seberapa Sering Harus Melakukan Tes HIV dan IMS?

Tes HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual) perlu Anda lakukan jika aktif secara seksual paling tidak dalam tiga bulan terakhir. Anda harus melakukan tes HIV  dan IMS empat kali setahun, atau sekali setiap tiga bulan. Sederhana!

Itu termasuk setiap pria yang aktif secara seksual, terlepas dari berapa banyak pasangan, jenis seks yang Anda lakukan. Serta jenis strategi pencegahan HIV yang mungkin Anda gunakan, misalnya penggunaan kondom.

Seberapa sering saya harus melakukan tes jika saya belum berhubungan seks sejak tes HIV terakhir saya?

Jika Anda belum berhubungan seks sejak hasil tes negatif terakhir dan yakin Anda negatif HIV. Maka Anda tidak perlu melakukan tes. Bagaimana cara memastikan Anda negatif? Anda perlu melakukan dua tes dengan jarak 3 bulan. Ini disebut periode jendela, yaitu saat Anda tidak berhubungan seks di antara kedua tes tersebut, dan hasil keduanya negatif.

Namun, jika hal ini berubah dan Anda mulai mendapatkan aktivitas seksual, Anda harus menjadwalkan tes HIV dan IMS. Lalu terus melakukan tes setiap tiga bulan sekali.

Jika Anda berada dalam hubungan monogami dan telah melakukan tes untuk mengetahui bahwa Anda negatif HIV, maka Anda dapat melakukan tes lebih jarang. Akan tetapi, Anda tetap harus mengunjungi klinik setidaknya sekali setahun.

Apakah saya masih perlu dites jika saya sudah melakukan hubungan seks aman?

Sekalipun Anda telah  melakukan hubungan seks aman,  tetap disarankan untuk melakukan tes sebanyak empat kali setahun.

Meskipun kondom tetap sangat efektif dalam mencegah HIV, Anda mungkin tidak tahu kapan kondom tersebut robek. Selain itu, orang yang negatif HIV yang menggunakan PrEP atau orang yang positif HIV dengan viral load yang tidak terdeteksi masih rentan terhadap IMS lainnya. Jadi ada baiknya untuk terus melakukan  skrining untuk IMS lain  seperti sifilis,  klamidia  , dan gonore.

Saya pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Jika Anda melakukan hubungan seks tanpa perlindungan atau jika Anda merasa mungkin telah terpapar HIV, maka Anda harus  segera melakukan tes. Kemudian, mempertimbangkan untuk memulai  pengobatan.

Ini penting baik untuk kesehatan Anda sendiri maupun untuk pasangan seksual Anda.

Jika Anda akan memulai PEP (singkatan dari Post-Exposure Prophylaxis – pengobatan HIV jangka pendek yang dapat mencegah Anda terinfeksi HIV), Anda harus melakukannya  sesegera mungkin  setelah kejadian berisiko. Idealnya, Anda harus memulai pengobatan dalam beberapa jam. Jika PEP tidak dimulai dalam waktu 72 jam (3 hari), efektivitasnya akan berkurang dan mungkin tidak akan berhasil.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya