Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Bekasi menjadi tempat yang akhirnya saya pilih untuk menjalani sunat dewasa. Saya seorang pria berusia 20 tahun dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Sebelumnya, saya tidak pernah benar-benar berpikir serius untuk melakukan sunat saat sudah dewasa.
Bagi saya, sunat identik dengan anak-anak yang biasanya melakukannya ketika masih duduk di sekolah dasar. Namun, pemikiran tersebut berubah setelah saya mulai memahami bahwa sunat bukan hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga memiliki manfaat untuk kebersihan dan kesehatan.
Keraguan Sebelum Memutuskan Sunat Dewasa
Awalnya saya cukup ragu untuk melakukan sunat di usia 20 tahun. Saya membayangkan rasa sakit, proses pemulihan, serta aktivitas kuliah yang mungkin terganggu. Sebagai mahasiswa, saya tentu tidak ingin kegiatan sehari-hari menjadi berantakan hanya karena harus menjalani tindakan medis.
Keraguan itu semakin terasa karena saya belum mengetahui secara jelas bagaimana proses sunat dewasa dilakukan. Saya juga bertanya-tanya, apakah sebenarnya saya masih perlu sunat meskipun sudah dewasa? Bukankah menjaga kebersihan dengan mandi dan membersihkan area genital sudah cukup?
Jawaban atas pertanyaan tersebut justru saya dapatkan ketika menemani saudara saya yang merupakan seorang mualaf. Saat itu, ia berencana menjalani sunat sebagai bagian dari proses yang ingin dilakukannya setelah memeluk Islam. Saya hanya berniat menemani dan memberikan dukungan, tanpa ada rencana untuk ikut sunat.
Mendengar Penjelasan Dokter tentang Manfaat Sunat
Ketika berada di klinik, saya berkesempatan mendengarkan penjelasan dokter mengenai sunat. Penjelasan tersebut membuat saya melihat sunat dari sudut pandang yang berbeda.
Dokter menjelaskan bahwa sunat atau sirkumsisi adalah tindakan medis untuk mengangkat kulit yang menutupi bagian kepala penis atau kulup. Salah satu manfaatnya adalah membantu menjaga kebersihan karena area di bawah kulup dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran, minyak kulit, dan sel kulit mati apabila tidak dibersihkan dengan baik.
Selain membantu kebersihan, sunat juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih dan peradangan pada kepala penis maupun kulup. Pada pria yang aktif secara seksual, sunat juga dapat membantu menurunkan risiko beberapa infeksi menular seksual, meskipun tentu saja bukan berarti seseorang menjadi sepenuhnya terlindungi dari penyakit tersebut.
Penjelasan dokter membuat saya berpikir ulang. Saya menyadari bahwa alasan melakukan sunat tidak harus menunggu sampai ada masalah kesehatan. Menjaga kebersihan dan melakukan tindakan pencegahan juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan diri.
Akhirnya Yakin untuk Sunat
Setelah mendengar penjelasan tersebut, saya mulai bertanya kepada diri sendiri, “Kalau memang ada manfaatnya untuk kebersihan dan kesehatan, kenapa saya harus terus ragu?”
Saya kemudian berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi lebih banyak mengenai sunat dewasa. Sekitar satu bulan setelah menemani saudara saya, saya akhirnya memutuskan untuk menjalani sunat. Saya memilih Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Bekasi karena ingin menjalani tindakan di tempat yang memang berfokus pada layanan sunat dan kebetulan dekat dari rumah.
Keputusan itu awalnya tetap membuat saya sedikit gugup. Namun, kali ini rasa khawatir saya lebih kecil dibandingkan sebelumnya karena saya sudah memahami alasan dan manfaatnya.
Pengalaman di Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Bekasi
Sebulan setelah kunjungan pertama saya bersama saudara, saya datang kembali ke Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Bekasi untuk menjalani tindakan. Saya memilih metode gun stapler yang menurut penjelasan tenaga medis menggunakan alat berbentuk seperti pistol atau “gun” dengan mekanisme stapler khusus untuk melakukan sirkumsisi.
Secara sederhana, gun stapler merupakan perangkat sunat yang menggabungkan proses pemotongan kulit kulup dan penutupan luka dengan menggunakan staples medis. Metode ini dirancang agar proses tindakan lebih terkontrol dan waktu pengerjaan relatif singkat.
Salah satu keunggulan yang dijelaskan kepada saya adalah prosesnya yang praktis serta adanya mekanisme penjepitan dan pemotongan yang membantu dokter bekerja secara lebih terarah. Setelah tindakan selesai, area luka juga ditangani sesuai prosedur medis sehingga saya mendapatkan instruksi mengenai perawatan setelah sunat.
Setelah Sunat, Saya Merasa Lebih Yakin
Sebagai pria berusia 20 tahun, keputusan sunat ini sebenarnya bukan sesuatu yang mudah bagi saya. Ada rasa ragu, takut, dan berbagai pertanyaan sebelum akhirnya benar-benar menjalaninya. Namun, setelah mendapatkan informasi yang tepat dari dokter, saya memahami bahwa sunat dewasa dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan penis.
Pengalaman di Rumah Sunat dr. Mahdian Jatiasih Bekasi juga membuat saya belajar bahwa mengambil keputusan medis sebaiknya tidak berdasarkan rasa takut atau sekadar mengikuti orang lain. Bagi saya, keputusan tersebut menjadi lebih mantap setelah memahami manfaat, prosedur, serta perawatan yang diperlukan.
Kini saya justru merasa lega karena sudah berani mengambil keputusan yang sebelumnya terus saya pertanyakan. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh mengalami masalah, tetapi juga dapat dimulai melalui langkah pencegahan dan kebiasaan hidup bersih.



