Demam setelah sunat dewasa dapat membuat seseorang khawatir, terutama jika muncul beberapa jam atau hari setelah prosedur. Sunat pada orang dewasa merupakan tindakan medis yang membutuhkan proses pemulihan dan perawatan luka yang baik. Rasa nyeri ringan, bengkak, memar, serta sensitivitas pada kepala penis dapat terjadi selama masa penyembuhan.
Namun, demam dengan suhu 38°C atau lebih, terutama jika disertai kemerahan, nyeri yang semakin berat, keluar cairan atau nanah dari luka, maupun sulit buang air kecil, perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda infeksi atau komplikasi.
Apa Itu Sunat Dewasa?
Sunat dewasa atau sirkumsisi adalah prosedur medis untuk mengangkat kulit kulup yang menutupi kepala penis. Prosedur ini dapat dilakukan karena alasan medis maupun sebagai pilihan pribadi atau budaya, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.
Secara medis, sunat dapat direkomendasikan pada pria yang mengalami masalah seperti kulup terlalu ketat atau fimosis, infeksi berulang pada kulup atau kepala penis, serta kondisi tertentu yang menyebabkan kulit kulup mengalami jaringan parut atau sulit ditarik ke belakang.
Pada orang dewasa umumnya, proses penyembuhan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pada anak. Secara umum, pemulihan dapat berlangsung selama beberapa minggu dan pada sebagian orang membutuhkan waktu hingga sekitar 4–6 minggu untuk penyembuhan yang lebih sempurna.
Kenapa Pria Dewasa Perlu Melakukan Sunat?
Tidak semua pria dewasa wajib menjalani sunat. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan sunat karena manfaat medisnya.
Beberapa alasan seseorang melakukan sunat dewasa antara lain:
- Mengatasi fimosis, yaitu kondisi ketika kulup terlalu ketat sehingga sulit ditarik.
- Mengurangi masalah infeksi berulang, seperti peradangan pada kulup atau kepala penis.
- Mengatasi masalah pada kulup yang menyebabkan nyeri, iritasi, atau kesulitan menjaga kebersihan.
- Menangani jaringan parut atau kelainan tertentu pada kulup.
- Alasan pribadi, budaya, atau agama, sesuai keputusan masing-masing individu.
Jika sunat dilakukan karena masalah medis, sebaiknya pasien berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab keluhan dan pilihan penanganan yang paling sesuai.
Apa yang Terjadi Setelah Sunat Dewasa?
Setelah menjalani sunat dewasa, tubuh membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka. Beberapa kondisi yang masih dapat dianggap sebagai bagian dari proses pemulihan antara lain rasa tidak nyaman, pembengkakan ringan, memar, sedikit perdarahan atau rembesan, serta kepala penis yang terasa lebih sensitif.
Pembengkakan dan memar biasanya berangsur-angsur berkurang selama proses penyembuhan. Kepala penis juga dapat terasa sangat sensitif selama beberapa minggu setelah operasi.
Demam Setelah Sunat Dewasa, Apakah Wajar?
Demam setelah sunat dewasa tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai kondisi yang normal. Suhu tubuh 38°C atau lebih umumnya dikategorikan sebagai demam. Setelah menjalani operasi, demam dapat memiliki berbagai penyebab dan perlu dinilai bersama kondisi luka serta gejala lainnya.
Jika demam muncul setelah sunat, perhatikan apakah terdapat tanda-tanda lain seperti:
- Luka semakin merah atau terasa panas.
- Pembengkakan semakin berat.
- Nyeri semakin parah atau tidak membaik dengan obat pereda nyeri.
- Keluar nanah atau cairan berbau dari luka.
- Perdarahan yang terus berlangsung.
- Menggigil atau merasa sangat tidak enak badan.
- Kesulitan atau tidak dapat buang air kecil.
Demam dengan gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi atau komplikasi sehingga perlu mendapatkan penilaian medis. Beberapa panduan perawatan setelah sunat dewasa secara khusus menyarankan pasien menghubungi tenaga medis jika mengalami suhu 38°C atau lebih, kemerahan atau cairan dari luka.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Demam Setelah Sunat Dewasa?
Jika mengalami demam setelah sunat dewasa, langkah pertama adalah mengukur suhu tubuh menggunakan termometer. Jangan hanya mengandalkan perasaan panas atau menggigil untuk menentukan apakah seseorang mengalami demam.
Jika suhu mencapai 38°C atau lebih, terutama bila disertai gejala pada luka, sebaiknya segera menghubungi dokter atau klinik tempat sunat dilakukan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan terhadap luka dan menentukan apakah diperlukan pengobatan lebih lanjut.
Sambil menunggu mendapatkan pemeriksaan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
- Istirahat yang cukup.
- Minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
- Pantau suhu tubuh secara berkala.
- Ikuti obat yang telah diberikan dokter sesuai dosis dan petunjuk.
- Jangan mengoleskan obat, antiseptik, atau bahan tertentu pada luka tanpa petunjuk tenaga medis.
- Hindari menyentuh luka dengan tangan yang belum dicuci.
- Perhatikan perubahan pada luka, termasuk warna, pembengkakan, perdarahan, dan cairan yang keluar.
Untuk demam pada orang dewasa secara umum, istirahat dan cukup minum dapat membantu, sedangkan obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman bila memang aman untuk dikonsumsi dan sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.
Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Sunat Dewasa
Perawatan setelah sunat sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
1. Jaga Kebersihan Luka
Cuci tangan sebelum menyentuh area luka. Area penis perlu dijaga tetap bersih dan kering sesuai instruksi dokter. Beberapa panduan menyarankan membersihkan area dengan lembut dan mengeringkannya dengan cara ditepuk perlahan, bukan digosok.
2. Gunakan Pakaian yang Longgar
Pakaian dalam dan celana yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan pada area operasi. Menggunakan pakaian yang lebih longgar dapat membuat area tersebut terasa lebih nyaman selama masa pemulihan.
3. Hindari Aktivitas Berat Sementara
Aktivitas olahraga, bersepeda, mengangkat beban berat, atau kegiatan yang memberikan tekanan dan gesekan pada area penis sebaiknya dihindari selama masa awal pemulihan. Lama pembatasan aktivitas dapat berbeda sesuai kondisi pasien dan instruksi dokter.
4. Jangan Terburu-buru Berhubungan Seksual
Setelah sunat dewasa, hubungan seksual dan masturbasi sebaiknya ditunda sampai luka benar-benar sembuh. Banyak panduan medis merekomendasikan menghindari aktivitas seksual setidaknya sekitar empat minggu, atau lebih lama jika luka belum sembuh sepenuhnya.
5. Perhatikan Perdarahan dan Pembengkakan
Sedikit perdarahan atau rembesan dapat terjadi setelah operasi. Namun, perdarahan yang tidak berhenti, pembengkakan yang semakin berat, atau nyeri yang semakin parah membutuhkan pemeriksaan medis.
6. Jangan Abaikan Kesulitan Buang Air Kecil
Kesulitan buang air kecil setelah sunat perlu mendapat perhatian. Jika sama sekali tidak dapat buang air kecil, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan jika setelah sunat dewasa muncul:
- Demam 38°C atau lebih.
- Menggigil atau merasa sangat lemah.
- Luka semakin merah atau terasa panas.
- Keluar nanah atau cairan berbau.
- Nyeri semakin berat atau tidak terkendali.
- Perdarahan yang tidak berhenti.
- Pembengkakan yang semakin parah.
- Sulit buang air kecil atau tidak dapat buang air kecil.
- Darah terlihat di dalam urine.
Ketidakmampuan untuk buang air kecil sama sekali merupakan kondisi yang memerlukan pertolongan segera.
Demam setelah sunat dewasa bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan, terutama jika suhu mencapai 38°C atau lebih. Demam yang disertai luka semakin merah, terasa panas, bengkak, nyeri berat, keluar nanah atau cairan berbau dapat menjadi tanda infeksi dan perlu diperiksa oleh dokter.
Sementara itu, rasa nyeri ringan, pembengkakan, memar, dan sensitivitas pada kepala penis dapat menjadi bagian dari proses pemulihan normal. Perawatan luka yang tepat, menjaga kebersihan, menggunakan pakaian longgar, menghindari aktivitas berat, serta menunda aktivitas seksual sampai luka sembuh merupakan bagian penting dari pemulihan setelah sunat dewasa.
Jika muncul keluhan yang mengkhawatirkan setelah sunat, jangan mencoba mendiagnosis atau mengobatinya sendiri. Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan yang menangani prosedur untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.



