Alasan Sunat Saat Dewasa Ini Bisa Jadi Pertimbangan Untuk Anda yang Masih Ragu

Alasan sunat saat dewasa apa yang dapat meyakinkan? Meskipun saat ini tindakan sunat dewasa sudah cukup umum dan banyak dilakukan. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada sebagian orang yang mencari alasan sunat saat dewasa dan mungkin Anda salah satunya. 

Saat mendengar kata sunat, mungkin mengingatkan kita pada bayi baru lahir dan anak-anak. Tetapi tahukah Anda bahwa sunat perlahan namun pasti semakin mendapat perhatian oleh kalangan orang dewasa di seluruh dunia. Padahal dulunya, para pria dewasa ini  mengira tindakan seperti itu hanya untuk bayi dan anak-anak?

Alasan Sunat Saat Dewasa di Berbagai Negara

Amerika Serikat memiliki angka yang mengejutkan yaitu 80,5% pria berusia 14 hingga 59 tahun melakukan sunat. Angka ini terutama berakar pada prosedur yang dilakukan segera setelah lahir, menurut laporan CDC tahun 2013. 

Namun, untuk orang dewasa, data terbaru menunjukkan sekitar 98 dari setiap 100.000 pria berusia antara 18 dan 64 tahun memilih sunat setiap tahunnya. Sebuah pilihan yang stabil dan sering kali terdorong oleh kebutuhan khusus. 

Korea Selatan menawarkan hal yang mengejutkan—pada tahun 2002. Angka yang mengesankan yaitu 86,3% pria muda berusia 14 hingga 29 tahun sunat. Biasanya pada usia remaja atau dua puluhan, bukan saat bayi. Jauh dari sekadar ritual bayi, sunat pada orang dewasa semakin banyak orang lakukan karena berbagai alasan. Beberapa orang mencarinya sebagai solusi medis untuk kondisi yang mengganggu. Sementara yang lain untuk menurunkan risiko infeksi menular seksual atau kanker penis. Banyak yang menghargai kebersihan yang lebih mudah, atau penampilan yang lebih segar.

Baca Juga: Sunat Ketika Dewasa, Ini Hal Yang Masih Belum Banyak Orang Tahu

Alasan Sunat Saat Dewasa dan Penjelasannya

Sunat, yaitu pengangkatan kulup melalui pembedahan. Memiliki sejarah yang membentang ribuan tahun, menjadikannya salah satu praktik medis atau budaya tertua yang umat manusia kenal. Alasan sunat mulai dari agama, tradisi atau budaya, hingga kesehatan. 

Bagi orang dewasa, pilihan ini bisa karena berbagai motivasi, yang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Alasan Medis: Mengatasi kondisi seperti fimosis atau infeksi berulang.
  • Penampilan Estetika: Meningkatkan kepuasan pribadi terhadap penampilan fisik.
  • Alasan Budaya atau Agama: Menyesuaikan diri dengan tradisi atau praktik berbasis kepercayaan.
  • Faktor Psikologis: Meningkatkan kepercayaan diri atau mengurangi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan citra diri.
1. Alasan Medis untuk Sunat pada Dewasa

Sunat, yaitu pengangkatan kulup melalui pembedahan. Sering direkomendasikan untuk orang dewasa guna mengatasi berbagai masalah medis, menawarkan bantuan langsung dan manfaat kesehatan jangka panjang.

Salah satu indikasi utama adalah fimosis, suatu kondisi ketika kulup terlalu ketat untuk ditarik dengan mudah. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 10 pria yang tidak sunat pada suatu waktu, menurut American Urological Association (AUA). Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau kesulitan dalam menjaga kebersihan, yang seringkali memerlukan sunat. 

Alasan umum lainnya adalah pencegahan atau pengobatan infeksi berulang, seperti balanitis yang dialami hingga 11% pria yang tidak sunat setiap tahunnya.. Sunat juga meningkatkan kebersihan dengan menyederhanakan pembersihan, yang dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK) berulang. Penelitian menunjukkan penurunan kejadian ISK hingga 10 kali lipat di antara pria yang disunat (American Academy of Pediatrics, 2012).

Selain itu, sunat menawarkan manfaat perlindungan terhadap infeksi menular seksual. Studi skala besar, termasuk uji coba acak di Afrika sub-Sahara, menunjukkan bahwa sunat menurunkan risiko penularan HIV sebesar 50–60% pada pria heteroseksual (WHO, 2020). Sunat juga berkorelasi dengan penurunan risiko kanker penis, penyakit langka dengan insidensi 1 dari 100.000 pria di seluruh dunia. Sunat sebelum aktivitas seksual dapat mengurangi risiko hingga 3 kali lipat, seperti yang dicatat oleh Institut Kanker Nasional. Keunggulan berbasis bukti ini menggarisbawahi peran sunat sebagai pilihan medis yang berharga, disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu dan didukung oleh data klinis yang kuat.

2. Alasan Estetika

Banyak orang dewasa, keputusan untuk menjalani sunat melampaui kebutuhan medis. Melainkan berakar pada preferensi pribadi atau estetika yang meningkatkan citra diri dan kepercayaan diri. Preferensi penampilan merupakan pendorong yang signifikan, karena beberapa pria mencari penampilan yang mereka anggap lebih menarik atau ramping. Seringkali mengaitkan sunat dengan estetika yang lebih bersih dan seragam. 

Sebuah survei tahun 2020 oleh International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS). Mencatat bahwa 14% pria yang mencari prosedur sunat, menyebut penampilan sebagai motivasi utama mereka. Hal inisa cukup untuk mencerminkan tren peningkatan kesadaran estetika pria. Pengaruh pasangan juga berperan. Beberapa pria melaporkan memilih sunat untuk menyesuaikan diri dengan preferensi pasangan atau untuk meningkatkan kepuasan bersama dalam keintiman.

Selain itu, sunat dapat berfungsi sebagai cara untuk menyesuaikan diri dengan norma budaya di kemudian hari.Terutama bagi mereka yang beradaptasi dengan konteks sosial baru.

Demikian pula, imigran atau mereka yang berada dalam hubungan multikultural mungkin memilihnya untuk menjembatani kesenjangan budaya. Motivasi pribadi ini, menyoroti peran sunat dalam membentuk identitas dan ekspresi diri. Menawarkan kesempatan kepada orang dewasa untuk mendefinisikan kembali kenyamanan dan koneksi mereka baik dalam lingkup pribadi maupun budaya.

3. Alasan Psikologis di Balik Sunat pada Pria Dewasa

Bagi sebagian pria, keputusan untuk menjalani sunat saat dewasa sangat terkait dengan kesejahteraan psikologis. Seringkali untuk mengatasi ketidaknyamanan atau rasa tidak aman yang berasal dari masalah yang berkaitan dengan kulup.

Kondisi seperti fimosis dapat menyebabkan iritasi terus-menerus, kesulitan dalam menjaga kebersihan, atau rasa sakit saat berhubungan intim, yang menyebabkan rasa minder atau kecemasan. Demikian pula, infeksi berulang seperti balanitis, yang memengaruhi hingga 11% pria yang tidak sunat setiap tahunnya. Kemudian dapat menimbulkan rasa malu atau rasa tidak mampu, terutama dalam situasi intim. 

Sebuah survei tahun 2020 oleh International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS). Menemukan bahwa 12% pria yang mencari sunat karena alasan non-medis melaporkan peningkatan harga diri setelah prosedur, yang menunjukkan bagaimana penyelesaian masalah ini dapat mengurangi tekanan psikologis. Bagi sebagian orang, sunat memberikan rasa kendali, mengubah perasaan tidak aman menjadi kepercayaan diri yang baru, yang dapat memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan dan hubungan intim secara positif.

Dampak pada Pasangan Seksual

Sunat juga dapat memengaruhi pengalaman psikologis dan fisik pasangan seksual, seringkali dengan cara yang positif. Sebuah uji coba terkontrol secara acak pada tahun 2013 di Afrika Selatan (Journal of Sexual Medicine). Ini melibatkan 1.388 pria dan pasangan wanitanya, yang mengungkapkan bahwa 61,6% wanita melaporkan kepuasan seksual yang lebih besar setelah pasangannya sunat. Seringkali menyebutkan peningkatan kebersihan dan pengurangan bau sebagai faktor kunci. Hal ini dapat meningkatkan hubungan emosional pasangan, mengurangi stres atau keraguan selama keintiman.

Pengaruh terhadap Fungsi Ereksi

Sunat dapat berperan terapeutik dalam mengatasi disfungsi ereksi (DE) ketika masalah kulup menjadi faktor penyebabnya. Bagi pria dengan fimosis, kulup yang ketat dapat menyebabkan nyeri atau kesulitan saat ereksi, yang memperburuk DE. Sebuah studi tahun 2015 dalam jurnal Urology menemukan bahwa sunat dapat mengatasi DE pada 78% kasus dalam waktu enam bulan. Memberikan bantuan yang signifikan dengan menghilangkan hambatan fisik terhadap rangsangan. Namun, bagi pria tanpa DE yang terkait dengan kulup, sunat memiliki sedikit dampak langsung pada fungsi ereksi. Sebuah uji coba di Afrika Selatan tahun 2013 melaporkan bahwa 94% pria yang sunat tidak mengalami perubahan kinerja ereksi satu tahun setelah prosedur. Kemudian, menunjukkan bahwa efek prosedur tersebut pada DE bersifat spesifik bagi mereka yang memiliki tantangan anatomi yang sudah ada sebelumnya.

Manfaat Psikologis yang Lebih Luas

Selain mengatasi rasa tidak aman tertentu, sunat dapat meningkatkan rasa percaya diri seksual pria, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan libido dan keintiman. Pria yang merasa lebih nyaman dengan tubuh mereka sering melaporkan hubungan emosional yang lebih kuat dengan pasangan, sehingga mendorong dinamika seksual yang lebih sehat. Meskipun manfaat psikologis jelas bagi mereka yang memiliki kekhawatiran terkait kulup, keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan cermat, karena pengalaman dan harapan individu dapat sangat bervariasi.

Kesimpulan: Pilihan Pribadi dengan Dampak Jangka Panjang

Sunat memiliki sejarah panjang, dimulai dari ritual Mesir kuno dan berlanjut sebagai pilihan modern bagi orang dewasa, menunjukkan pentingnya yang abadi di berbagai budaya, agama, dan keputusan pribadi. 

Bagi pria saat ini, keputusan untuk menjalani sunat sebagai orang dewasa sangat individual, didorong oleh kebutuhan medis seperti mengatasi fimosis, preferensi estetika, kesesuaian budaya, atau penyembuhan psikologis. Alasan sunat saat dewasa ini, masing-masing didukung oleh bukti potensi manfaat, mulai dari pengurangan risiko HIV sebesar 50–60% hingga peningkatan harga diri. 

Sunat juga dapat meningkatkan keintiman, dengan lebih dari 60% pasangan mencatat kepuasan yang lebih besar, dan mengatasi tantangan ereksi tertentu, menawarkan solusi bagi banyak orang. 

Jika Anda mempertimbangkan sunat dewasa, renungkan motivasi Anda dan konsultasikan dengan Rumah Sunat dr. Mahdian yang terpercaya untuk mempertimbangkan manfaat dan pertimbangannya. Pada akhirnya, pilihan ini adalah milik Anda, kesempatan untuk membentuk kesehatan, identitas, dan hubungan Anda dengan cara yang terasa tepat bagi Anda.

Baca Juga: Penis Belum Sunat, Hati-hati Bisa Berisiko pada Kesehatan!

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

setelah sunat

Cara Mendukung Pasangan Anda Setelah Sunat

Setelah sunat, pasangan Anda membutuhkan pemulihan bukan hanya fisik—tetapi juga emosional. Meskipun sunat adalah prosedur yang relatif sederhana dan aman, tetapi pemulihan tetap membutuhkan perawatan,

Persiapan Sunat Secara Fisik dan Psikologis

Persiapan sunat baik secara fisik maupun psikologis atau mental sangatlah penting karena menjadi salah satu faktor kelancaran prosedur sunat. Menjalani sunat untuk pertama kalinya bisa