Apa Pengaruh Sunat pada Pria terhadap Kanker Serviks?

Sunat pada pria memiliki efek tidak langsung dalam mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan wanita. Tetapi penting untuk memahami konteks dan keterbatasan dari hubungan ini.

Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual umum yang sangat terkait dengan perkembangan kanker serviks. Sunat pada pria telah terbukti mengurangi risiko infeksi HPV dan penularannya kepada pasangan wanita. Studi telah menemukan bahwa pria yang disunat cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi HPV dan lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus tersebut kepada pasangan wanitanya dibandingkan dengan pria yang tidak disunat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sunat pada pria hanyalah salah satu dari beberapa faktor yang memengaruhi risiko kanker serviks. Faktor penting lainnya termasuk vaksinasi HPV, pemeriksaan kanker serviks secara teratur (misalnya, tes Papsmear), praktik seks aman, dan menghindari penggunaan tembakau.

Baca Juga: Bagaimana Sunat Mencegah HIV?

Mengapa sunat pada pria membantu mengurangi risiko infeksi HPV?

Sunat pada pria mengurangi risiko infeksi HPV (human papillomavirus) terutama karena dampaknya pada anatomi penis dan permukaan mukosa area genital. Berikut beberapa alasan mengapa sunat dapat menurunkan risiko infeksi HPV.

  • Luas permukaan berkurang:  Sunat melibatkan pengangkatan kulup, yang mengurangi luas permukaan penis tempat HPV berpotensi menginfeksi sel.
  • Perubahan lingkungan mikro: Lingkungan mikro penis berubah setelah sunat.
  • Reservoir virus berkurang: Sunat dapat mengurangi kemungkinan HPV membentuk reservoir infeksi di area genital.
  • Penurunan peradangan: Keberadaan kulup dapat menyebabkan peradangan kronis dan lecet mikro pada mukosa genital, yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV.
  • Perubahan dalam respons imun: Sunat juga dapat memengaruhi respons imun lokal di area genital, yang mengarah pada peningkatan pengawasan imun dan pembersihan sel-sel yang terinfeksi HPV.

Apakah Sunat Akan Melindungi Pasangan Wanita Anda dari Kanker Serviks?

Meskipun sunat dapat menurunkan risiko infeksi HPV (human papillomavirus) pada pria dan selanjutnya mengurangi risiko penularan HPV kepada pasangan wanita. Penting untuk Anda pahami bahwa sunat saja bukanlah jaminan terhadap kanker serviks pada pasangan wanita. Berikut alasannya:

  • Pengurangan penularan HPV

Sunat telah dikaitkan dengan risiko infeksi HPV yang lebih rendah pada pria, yang dapat menyebabkan penurunan risiko penularan HPV kepada pasangan wanita.

  • Faktor risiko lainnya

Meskipun sunat dapat berkontribusi mengurangi risiko penularan HPV, faktor lain juga memengaruhi risiko kanker serviks pada wanita.

  • Strain HPV berisiko tinggi

Sunat mungkin lebih efektif dalam mengurangi penularan beberapa jenis HPV dibandingkan jenis lainnya.

  • Variabilitas individu

Keefektifan sunat dalam mengurangi penularan HPV dan risiko kanker serviks dapat bervariasi tergantung pada faktor individu seperti perilaku seksual, status HPV pasangan, dan faktor risiko lainnya.

Apa Saja Faktor Risiko Kanker Serviks?

  • Aktivitas seksual – Aktif secara seksual sejak usia muda dan/atau memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan risiko kanker serviks.
  • Riwayat keluarga kanker serviks
  • Merokok – Ini adalah zat karsinogen yang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks.
  • Kontrasepsi oral – Ini tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual seperti HPV. Penggunaan kontrasepsi oral juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks.

Sebuah studi menemukan bahwa pasangan wanita monogami dari pria yang tidak melakukan sunat dengan profil risiko tinggi, memiliki risiko kanker serviks 5,6 kali lebih tinggi. Tentunya hal ini dari hasil membandingkan dengan wanita yang memiliki pasangan pria berisiko tinggi tapi sudah sunat.

Sementara itu, bagi wanita monogami dari pria yang tidak melakukan sunat dengan profil risiko menengah, memiliki risiko kanker serviks 2,0 kali lebih tinggi. Tinjauan sistematis terbaru dari semua studi mengkonfirmasi efek perlindungan sunat terhadap infeksi HPV dan kanker serviks pada wanita.

Peran Wanita Pada Pria Dalam Mengambil Keputusan Untuk Sunat

Wanita dapat memengaruhi pilihan untuk menyunatkan anak laki-laki mereka dan dapat menyarankan anggota keluarga yang belum sunat untuk melakukannya. Selain itu, para wanita dapat memilih pasangan seksual yang sudah sunat atau mendorong pasangan yang belum sunat untuk melakukannya. Tinjauan sistematis terbaru menemukan preferensi yang sangat besar dari wanita terhadap pasangan pria yang sudah sunat karena alasan kebersihan, penampilan, kenikmatan seksual, dan pencegahan penyakit.

Namun, perlu Anda ingat sekali lagi, meskipun sunat mengurangi risiko, sunat bukanlah metode pencegahan yang lengkap dan tidak boleh menggantikan strategi pencegahan lainnya, seperti vaksin HPV dan pemeriksaan Papsmear secara rutin.

Baca Juga: Apakah Wanita Lebih Menyukai Pria yang Disunat atau Tidak?

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya