Bagaimana Sunat Membantu Mencegah Infeksi?

Sunat membantu mencegah infeksi, merupakan salah satu dari banyaknya manfaat sunat bagi kesehatan. Praktik sunat telah ada selama berabad-abad. Akar praktik ini tertanam kuat dalam agama, tetapi dengan kemajuan dalam bidang kedokteran dan ilmu pengetahuan modern, ada alasan lain untuk melakukan sunat selain pertimbangan keagamaan.

Sunat terutama merujuk pada pengangkatan kulup secara bedah. Kulup adalah bagian kulit atau jaringan kulit yang biasanya menutupi kepala penis, yang juga dikenal sebagai kelenjar penis. Dengan pengangkatan kulup, kelenjar penis tetap sepenuhnya terbuka, sehingga meningkatkan kebersihan dan membantu mencegah berbagai penyakit menular seksual. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana sunat dapat membantu mencegah berbagai infeksi, termasuk HIV/AIDS.

Waktu yang Tepat untuk Sunat

Mungkin tidak ada waktu yang tepat atau salah untuk sunat. Namun, beberapa pendapat ahli menyatakan bahwa sunat sebaiknya dilakukan saat anak masih bayi . Hal ini karena belum banyak beraktivitas sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat. Namun, sunat masih dapat dilakukan pada usia berapa pun selama masa dewasa. Termasuk dalam kasus-kasus di mana sunat dianggap sebagai pengobatan medis untuk suatu kondisi.

Baca Juga: Alasan Sunat Saat Dewasa Ini Bisa Jadi Pertimbangan Untuk Anda yang Masih Ragu

Bagaimana Sunat Membantu Mencegah Infeksi?

1. Sunat dan penyakit menular seksual

Dalam dunia medis, terdapat keyakinan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara sunat dan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Selama beberapa dekade, para peneliti telah mengamati bahwa banyak suku Afrika yang mempraktikkan sunat memiliki prevalensi HIV yang lebih rendah dari yang tidak sunat. Prevalensi HIV/AIDS yang lebih rendah juga diamati antara negara-negara Islam di Afrika yang mana telah mempraktikkan sunat segera setelah lahir.

Saat ini, terdapat banyak penelitian ilmiah yang sedang dilakukan di negara-negara seperti Uganda, Kenya, dan Afrika Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencoba menunjukkan adanya hubungan antara sunat dan kemungkinan tertular HIV/AIDS sebagai penyakit menular seksual. Selama penelitian berlangsung, pria yang telah menjalani sunat memiliki kemungkinan hingga 60% lebih kecil untuk tertular HIV selama hubungan seksual.

Mekanisme masuknya HIV/AIDS ke penis

Dari semua pria yang terinfeksi HIV/AIDS, hampir 70% di antaranya tertular virus melalui hubungan seks vaginal. Dengan sebagian kecil tertular melalui hubungan seks anal. Dengan data ini, kesimpulannya adalah sebagian besar pria yang terinfeksi virus tersebut tertular melalui penis. Kemudian, kemungkinan besar melalui hubungan seksual.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana virus tersebut masuk ke dalam tubuh melalui penis, sehingga Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sunat dapat membantu mengurangi penularan virus.

Pada penis yang sudah sunat, terdapat epitel berlapis yang mengalami keratinisasi yang bertanggung jawab untuk menutupi batang penis serta permukaan luar kulup. Ini biasanya bertindak sebagai penghalang pelindung terhadap penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Saat berhubungan seksual dengan penis yang tidak sunat, kulup biasanya ditarik ke bawah sepanjang batang penis. Hal ini biasanya menyebabkan permukaan bagian dalam kulup terpapar cairan vagina, yang meningkatkan luas permukaan tempat penularan HIV/AIDS dapat terjadi.

Bagaimana Sunat Membantu Mencegah Infeksi dan Penularan HIV/AIDS?

Sunat melibatkan pengangkatan kulup. Pengangkatan kulup tidak hanya membuat kepala penis kurang sensitif dan lebih kuat, tetapi juga membawa sejumlah manfaat. Mengenai pencegahan HIV/AIDS, para ilmuwan percaya bahwa pengangkatan kulup juga mencakup pengangkatan jaringan bawah area kulup yang biasanya rentan terhadap goresan atau robekan yang mungkin terjadi selama hubungan seksual.

Oleh karena itu, tanpa adanya jaringan lunak tersebut, kemungkinan terjadinya robekan atau goresan menjadi berkurang, sehingga paparan terhadap virus AIDS sangat kecil. Sebaliknya, pria yang tidak disunat lebih rentan terhadap penyakit menular seksual karena adanya jaringan lunak di bawah kulup. Meningkatnya peluang terkena penyakit menular seksual juga membuat mereka lebih rentan tertular HIV/AIDS.

Baca Juga: Bagaimana Sunat Mencegah HIV?

2. Sunat dan Penyakit Menular Seksual Lainnya

Sunat tidak hanya ideal untuk pencegahan HIV/AIDS, tetapi juga menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk namun tidak terbatas pada pengurangan risiko jenis peradangan tertentu, masalah kesehatan yang terkait dengan keberadaan kulup seperti kanker penis, dan pengurangan risiko infeksi saluran kemih pada bayi dan orang dewasa.

Meskipun sunat pada pria  belum terbukti mengurangi risiko HIV/AIDS pada wanita, sunat dapat mengurangi risiko pasangan wanita terkena infeksi menular seksual seperti sifilis. Dalam beberapa studi observasional, juga tercatat bahwa sunat dapat menurunkan risiko kanker penis dan kanker serviks pada pasangan seksual wanita.

Risiko Kesehatan yang Terkait dengan Sunat

Risiko kesehatan secara keseluruhan yang terkait dengan sunat umumnya rendah. Pendarahan ringan dan peradangan di area yang terkena dampak memang diperkirakan terjadi, tetapi efek samping ini biasanya mereda setelah beberapa jam dan beberapa hari. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh CDC, diamati bahwa tingkat risiko kesehatan yang merugikan yang terkait dengan sunat laki-laki yang dilakukan secara medis kurang dari 0,4% pada bayi dan kurang dari 9% pada anak-anak berusia antara 1 dan 9 tahun. Komplikasi yang lebih serius mungkin terjadi, tetapi biasanya sangat jarang.

Perlu juga dicatat bahwa pengangkatan kulup sangat penting dalam meningkatkan kebersihan pribadi. Dengan adanya kulup, kulit di bawahnya biasanya menjadi tempat berkembang biak yang subur bagi berbagai macam kuman dan bakteri, dan dalam kasus kebersihan yang buruk, hal ini dapat dengan cepat menyebabkan infeksi serius. Namun, bagi mereka yang sudah disunat, tidak ada kulup yang menyembunyikan kuman, dan lebih mudah untuk memastikan kebersihan penis yang tepat.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

setelah sunat

Cara Mendukung Pasangan Anda Setelah Sunat

Setelah sunat, pasangan Anda membutuhkan pemulihan bukan hanya fisik—tetapi juga emosional. Meskipun sunat adalah prosedur yang relatif sederhana dan aman, tetapi pemulihan tetap membutuhkan perawatan,

Persiapan Sunat Secara Fisik dan Psikologis

Persiapan sunat baik secara fisik maupun psikologis atau mental sangatlah penting karena menjadi salah satu faktor kelancaran prosedur sunat. Menjalani sunat untuk pertama kalinya bisa