Bagaimana sunat mencegah HIV? Sunat penis adalah prosedur umum yang mungkin memiliki manfaat kesehatan yang protektif, termasuk mengurangi kemungkinan HIV. Selain itu, juga dapat memiliki efek perlindungan bagi pasangan wanita dengan mengurangi kemungkinan beberapa infeksi menular seksual (IMS), termasuk HPV, vaginosis bakteri, dan trikomoniasis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melaporkan, bahwa Indonesia menempati peringkat ke-14 di dunia dengan jumlah Orang menderita HIV (ODHIV). Selain itu, Indonesia juga berada pada peringkat ke-9 untuk kasus infeksi HIV baru.
Ada beberapa cara untuk mencegah penularan infeksi HIV, misalnya penggunaan kondom saat melakukan aktivitas seksual atau melakukan sunat. Menurut berbagai literatur dan penelitian, sunat baik melakukannya saat bayi maupun kemudian hari, dapat membantu mengurangi kemungkinan tertular HIV bagi pria yang melakukan hubungan seks penis-vaginal.
Nah, pada artikel kali ini, kita akan mengeksplorasi apa itu sunat dan apakah ada kemungkinan sunat mencegah HIV bagi sebagian orang.
Baca Juga: Manfaat Sunat Pada Pria Dewasa
Apa Itu Sunat?
Sunat adalah prosedur saat kulup, atau kulit pada ujung penis, diangkat atau hilangkan melalui pembedahan. Meskipun prosedur ini umum dilakukan pada bayi dan anak-anak, namun pria dewasa juga bisa melakukannya.
- Persiapan: Sebelum sunat, untuk pasien sebaiknya membersihkan area genital dari rambut atau bulu. Sebelum tiindakan, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi langsung ke saraf di sekitar penis untuk membius area tersebut sepenuhnya.
- Prosedur: Ada berbagai metode sunat yang tersedia tergantung kesediaan di tempat sunat pilihan Anda. Namun, masing-masing metode ini memungkinkan dokter untuk dengan aman mengangkat kulup. Biasanya, untuk dewasa menggunakan metode Gun Stapler.
- Pemulihan: Butuh beberapa hari untuk bisa sembuh sepenuhnya. Pada orang dewasa yang telah menjalani prosedur ini, dokter merekomendasikan untuk menghindari aktivitas lain seperti olahraga berat dan hubungan seksual setidaknya selama 4 minggu. Lakukan juga perawatan pasca-sunat sesuai petunjuk dokter dan lakukan kontrol sesuai jadwal.
Seperti halnya operasi apa pun, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil keseluruhan sunat. Namun, sunat penis umumnya dianggap sebagai prosedur yang aman yang mungkin memiliki banyak manfaat jangka panjang, termasuk pencegahan penyakit dan gangguan tertentu.
Apakah Sunat Mencegah HIV?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Amerika Serikat. bahwa sunat pada pria dewasa dapat mengurangi kemungkinan tertular HIV hingga 60 persen pada pria yang melakukan hubungan seks penetratif. Meski sunat mencegah HIV, namun saat melakukan aktivitas seksual, kondom atau metode penghalang lainnya merupakan cara efektif untuk melindungi diri dari HIV dan penyakit menular seksual (PMS).
Pada tahun 2012, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan pernyataan kebijakan yang menguraikan manfaat sunat pada pria dalam menurunkan kemungkinan tertular HIV, di antara penyakit menular seksual (PMS) lainnya.
Bagimana sunat mencegah HIV? Menghilangkan kulup yang sangat rentan terhadap virus dengan sunat. Kulup bagian dalam mengandung konsentrasi sel target HIV yang tinggi dan rentan terhadap robekan mikro selama hubungan seksual. Penghilangan kulup menghilangkan lingkungan lembap yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup virus dan mengurangi risiko tertular penyakit menular seksual lainnya yang memfasilitasi penularan HIV.
Mekanisme Perlindungan Utama
- Pengangkatan Sel Target: Permukaan bagian dalam kulup mengandung konsentrasi tinggi sel target HIV (sel Langerhans, makrofag, dan sel T CD4+). Pengangkatan jaringan ini menghilangkan titik masuk utama virus.
- Mengurangi Trauma Jaringan: Kulup rentan terhadap robekan kecil dan lecet selama hubungan seksual. Robekan mikro ini memungkinkan virus masuk ke aliran darah dengan lebih mudah.
- Eliminasi Ruang Sub-preputial: Area di bawah kulup menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap yang memungkinkan patogen bertahan hidup lebih lama.
- Risiko PMS Lebih Rendah: Sunat menurunkan risiko infeksi menular seksual lainnya (seperti sifilis dan ulkus genital), yang diketahui meningkatkan kerentanan terhadap HIV.
- Keratinisasi: Setelah sunat, kelenjar penis menjadi lebih terkeratinisasi (mengeras/kering), yang membantu melindungi dari penetrasi virus.
Dapatkah Sunat Membantu Mengurangi Kemungkinan Penularan IMS Tertentu Kepada Pasangan Seksual Wanita?
Penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat membantu mengurangi kemungkinan penularan IMS kepada pasangan seksual wanita. Sebuah tinjauan penelitian kecil tahun 2019 menunjukkan bahwa sunat pada pria dapat melindungi terhadap penularan:
1. Human papillomavirus (HPV)
HPV adalah virus yang terdiri dari lebih dari 100 strain berbeda, termasuk beberapa strain yang dapat menyebabkan kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki pasangan pria yang sudah sunat dapat mengurangi kemungkinan terkena jenis HPV yang menyebabkan kanker pada wanita yang melakukan hubungan seks penis-vagina.
2. Trikomoniasis
Penyebabnya adalah bakteri Trichomonas vaginalis. Merupakan IMS umum yang memengaruhi jutaan orang setiap tahun. Tinjauan penelitian kecil tahun 2019 yang sama di atas menunjukkan bahwa sunat pada pria mungkin dikaitkan dengan penurunan kemungkinan tertular trikomoniasis hingga 48 persen pada pasangan wanita mereka.
3. Vaginosis bakteri
Vaginosis bakteri (BV) adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina. Penelitian menunjukkan bahwa sunat pada pria dapat sangat mengurangi kemungkinan terkena BV pada pasangan wanita.
Meskipun literatur tampaknya menunjukkan efek perlindungan sunat pada pria bagi pasangan wanita, penelitian lebih lanjut masih diperlukan mengenai hal ini. Menggunakan kondom atau metode penghalang lainnya selama hubungan seksual penis-vagina adalah cara efektif untuk mencegah penularan IMS.
Jadi, apakah sunat mencegah HIV jawabannya adalah ya. adalah prosedur umum yang mungkin memiliki manfaat kesehatan yang melindungi, termasuk mengurangi kemungkinan tertular HIV bagi pria yang melakukan hubungan seks penis-vagina. Sunat pada pria juga dapat memberikan efek perlindungan bagi pasangan wanita dengan mengurangi kemungkinan tertular berbagai penyakit menular seksual (PMS), termasuk HPV, vaginosis bakteri, dan trikomoniasis. Namun, saat melakukan aktivitas seksual, kondom atau metode penghalang lainnya merupakan cara yang sangat efektif untuk melindungi diri dari PMS.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat Sunat Bagi Pasangan?



