Manfaat sunat dan risikonya, mana yang lebih besar? Pasti ini menjadi pertanyaan banyak orang khususnya pria dewasa yang sedang memikirkan untuk melakukan sunat atau tidak.
Sunat adalah prosedur bedah kecil untuk menghilangkan kulup, yaitu kulit longgar yang menutupi dan melindungi ujung penis yang membulat. Proses ini paling sering dilakukan pada bayi baru lahir, namun sebenarnya pada usia berapa pun bisa juga melakukannya.
Meski sudah banyak penelitian terkait manfaat sunat, namun masih banyak perdebatan tentang apakah harus melakukan sunat atau tidak karena potensi manfaat dan risiko medisnya.
Manfaat Sunat dan Risikonya
1) Manfaat Sunat
1. Mengurangi risiko HIV dan infeksi menular seksual lainnya
Studi menunjukkan bahwa sunat menurunkan kemungkinan tertular HIV saat berhubungan seks vaginal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, individu yang sudah sunat memiliki risiko 60% lebih rendah. Selain itu, sunat mengurangi kemungkinan tertular herpes dan human papillomavirus (HPV) melalui kontak vaginal. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa pada pasangan heteroseksual, sunat dapat melindungi mereka yang memiliki penis dari sifilis serta pasangan seksual mereka
2. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih
Sunat menjadikan risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) lebih rendah daripada mereka yang membiarkan kulupnya tetap utuh. Penting, bahwa hasil ini dari individu yang menjalani sunat saat bayi baru lahir.
3. Pencegahan infeksi dan iritasi
Ketika kulup gagal menutup penis, terjadilah kondisi fimosis. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman akibat ketegangan, jaringan parut, peradangan, dan bahkan infeksi. Fimosis dapat dihindari melalui sunat.
Mirip dengan pembengkakan dan peradangan pada kepala penis, balanitis juga dapat berkembang. Meskipun dapat terjadi karena infeksi atau iritasi, sunat membantu mencegahnya terjadi lagi.
4. Kebersihan yang Lebih Baik
Penis yang sudah sunat maupun yang tidak perlu membersihkannya dengan benar. Meskipun beberapa orang berpikir bahwa penis yang belum sunat membutuhkan perawatan ekstra dalam hal pembersihan, metode sebenarnya hanya berbeda.
Pada bagian bawah kulup, minyak, kuman, dan sel kulit mati dapat berkumpul dan membentuk massa yang dikenal sebagai smegma. Smegma dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan, termasuk infeksi seperti balanitis jika tidak diobati. Namun, kebersihan sangat penting dalam kedua kondisi tersebut
5. Kepatuhan beragama
Orang-orang yang sangat taat pada suatu agama tertentu atau yang ingin mempertahankan tradisi budaya mungkin menemukan bahwa menjalani operasi menawarkan keuntungan emosional atau spiritual. Ini adalah masalah preferensi pribadi, dan jika sunat penting bagi kehidupan spiritual Anda, Anda bisa mendapatkan manfaat darinya.
6. Mengurangi risiko kanker
Menurut penelitian, individu yang menjalani sunat setelah berusia 35 tahun memiliki peluang 45% lebih rendah untuk terkena kanker prostat. Risiko kanker prostat berkurang sebesar 14% pada pria yang menjalani sunat dalam waktu satu tahun setelah lahir. Kesimpulan ini sangat signifikan, khususnya bagi komunitas dengan risiko kanker prostat yang tinggi.
Baca Juga: Manfaat Sunat Pada Pria Dewasa
2) Risiko Sunat
Risiko komplikasi paling umum dari sunat adalah rasa nyeri setelah tindakan karena hilangnya efek obat bius. Rasa nyeri ini dapat berkisar dari ringan hingga berat tergantung pada respons individu. Ada juga risiko kecil infeksi dan pendarahan setelah prosedur.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kulup mungkin tidak sepenuhnya hilang atau beberapa jaringan ikut terangkat secara tidak sengaja. Dalam beberapa keadaan, penyembuhan yang tidak sempurna atau pembentukan jaringan parut dapat terjadi jika terlalu banyak kulit yang dihilangkan selama sunat
Perawatan pasca-sunat yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan sunat. Ini termasuk menjaga area tersebut tetap bersih dan kering selama proses penyembuhan dan menghindari aktivitas seksual hingga benar-benar sembuh. Selain itu, penanganan sunat oleh dokter yang berpengalaman juga bisa menjadi faktor menguruangi risiko terjadinya komplikasi.
Dengan demikian, meskipun sunat mungkin memiliki beberapa potensi risiko, sunat dianggap aman dan bermanfaat. Jika Anda masih ragu atau punya banyak pertanyaan terkait sunat, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Rumah Sunat dr. Mahdian.
Baca Juga: Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Penyedia Layanan Sunat Dewasa yang Tepat


