Fakta dan Mitos Sunat Yang Beredar di Masyarakat Luas

Fakta dan mitos sunat banyak yang beredar di masyarakat, ada yang bisa Anda percaya dan tidak sama sekali. Seringkali, mitos yang beredar justru membuat orang-orang yang mau melakukan sunat menjadi ragu dan enggan. 

Sunat, yaitu pengangkatan kulup penis melalui pembedahan, memicu rasa ingin tahu dan perdebatan di seluruh dunia. Baik didorong oleh alasan medis, budaya, atau agama, prosedur ini dikelilingi oleh pertanyaan dan kesalahpahaman. Secara global, sekitar 30-40% pria disunat, dengan angka setinggi 55-60% di AS dan di bawah 20% di Eropa. Terlepas dari prevalensinya, sunat dikelilingi oleh mitos yang mengaburkan pengambilan keputusan yang tepat.

Fakta dan Mitos Sunat

1. Sunat hanya untuk anak-anak

Ini adalah mitos. Faktanya, meskipun sunat umumnya dilakukan pada bayi, tapi sunat juga dapat dilakukan pada orang dewasa karena berbagai alasan.

Statistik mengenai sunat pada orang dewasa terbatas, tetapi survei Denmark tahun 2017-2018 menemukan bahwa 7% pria berusia 15-89 tahun disunat, dengan 5% karena alasan medis/lainnya dan 2% karena alasan agama/tradisional. Di AS, sunat pada orang dewasa kurang umum, dengan sebagian besar prosedur dilakukan saat bayi baru lahir, tetapi beberapa pria melakukannya karena alasan kosmetik atau kesehatan. Sementara di Indonesia, sunat dewasa sudah banyak dan cukup umum untuk dilakukan. 

2. Sunat hanya dilakukan karena alasan keagamaan

Ini adalah mitos. Faktanya, meskipun sunat memiliki makna penting dalam agama, tapi juga dapat dilakukan karena alasan medis.

Alasan medis untuk sunat meliputi:

  • Fimosis: Ini adalah kondisi medis yang memengaruhi 1-5% pria yang tidak disunat, dimana kulup tidak dapat ditarik ke belakang, menyebabkan rasa sakit atau infeksi.
  • Paraphimosis: Ini adalah keadaan darurat medis di mana kulup terjebak di bawah kepala penis yang dapat menyebabkan strangulasi kepala penis dan gangguan vaskular yang menyakitkan, pembengkakan vena distal, edema, dan bahkan nekrosis.
  • Infeksi saluran kemih berulang: Infeksi saluran kemih berulang dapat menyebabkan disfungsi ginjal akibat infeksi bakteri berulang, yang menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada ginjal (pielonefritis).  Sunat dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki dengan membatasi kolonisasi bakteri di bawah kulup, sehingga membatasi risiko penyakit ginjal kronis.
  • Pengurangan risiko infeksi menular seksual: Sunat mengurangi risiko infeksi menular seksual dengan menghilangkan kulup, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan virus. Lingkungan lembab di bawah kulup memudahkan kelangsungan hidup patogen dan masuknya melalui robekan mikro selama aktivitas seksual.
3. Menghilangkan kebutuhan akan perlindungan terhadap penyakit menular seksual

Ini adalah mitos. Sunat melibatkan pengangkatan kulup, yang dapat memerangkap patogen dan rentan terhadap robekan kecil, sehingga menurunkan risiko penyakit menular seksual tertentu. Namun, sunat tidak sepenuhnya mencegah penularan PMS, karena infeksi masih dapat menyebar melalui area genital yang terbuka, cairan tubuh, atau jalur lainnya. Karena sunat tidak menghilangkan risiko PMS, praktik seks aman tetap penting. Beberapa contoh praktik seks aman meliputi:

1) Penggunaan Kondom

Penggunaan kondom pria atau wanita secara benar dan konsisten selama hubungan seks vaginal, anal, atau oral secara signifikan menurunkan risiko penularan IMS (misalnya, pengurangan 80–95% untuk HIV).

2) Pelindung Gigi

Menggunakan pelindung gigi atau kondom lateks yang dipotong untuk seks oral guna mencegah penularan Infeksi Menular Seksual.

3) Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual Secara Rutin

Pemeriksaan rutin, terutama bagi individu yang aktif secara seksual atau mereka yang memiliki banyak pasangan, untuk mendeteksi dan mengobati infeksi sejak dini.

4) Monogami Timbal Balik

Menjalin hubungan berkomitmen dimana kedua pasangan telah menjalani tes dan dipastikan bebas dari penyakit menular seksual.

5) Vaksinasi HPV

Mendapatkan vaksinasi terhadap human papillomavirus (HPV) untuk mencegah infeksi dan kanker yang disebabkan oleh HPV.

6) Membatasi Pasangan

Mengurangi jumlah pasangan seksual untuk menurunkan risiko terpapar penyakit menular seksual (PMS).

7) Komunikasi Terbuka

Mendiskusikan status, riwayat tes, dan preferensi seks aman dengan pasangan sebelum melakukan aktivitas seksual.

Baca Juga: Manfaat Sunat untuk Mencegah Risiko Infeksi Menular Seksual

4. Sunat itu sakit dan menyeramkan

Ini mitos. Faktanya, sebelum dilakukannya prosedur sunat dokter akan memberikan pasien obat bius baik lokal maupun umum untuk kenyamanan pasien. Selain itu, penggunaan metode sunat modern memberikan keunggulan, seperti  waktu tindakan yang jauh lebih singkat, tingkat komplikasi yang lebih rendah, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil kosmetik yang lebih baik karena sayatan yang seragam. 

5.  Sunat secara signifikan mengurangi kenikmatan seksual

Kepercayaan bahwa sunat sangat mengurangi kenikmatan seksual adalah mitos, karena bukti tentang dampaknya beragam dan tidak meyakinkan. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulup meningkatkan sensitivitas karena ujung sarafnya, tinjauan komprehensif, termasuk meta-analisis tahun 2013, tidak menemukan perbedaan signifikan dalam kepuasan seksual, kualitas orgasme, atau fungsi ereksi antara pria yang disunat dan yang tidak disunat. 

Sebuah uji coba terkontrol acak tahun 2013 di Afrika Selatan (Journal of Sexual Medicine), yang melibatkan 1.388 pria dan pasangan wanita mereka, lebih lanjut menunjukkan bahwa 61,6% wanita melaporkan peningkatan kepuasan seksual setelah sunat, sering kali mengaitkannya dengan kebersihan yang lebih baik dan berkurangnya bau. Pengalaman individu bervariasi, dan faktor psikologis atau budaya dapat memengaruhi persepsi.

Itulah beberapa fakta dan mitos sunat. Jika Anda berminat melakukan sunat dewasa, silakan menghubungi call center atau datang langsung ke Rumah Sunat dr. Mahdian terdekat. 

Baca Juga: Kelainan Pada Kulit Penis Dari Yang Umum Sampai Serius

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya