Cara Mencegah Kanker Penis dengan Prosedur Sunat

kanker penis

Kanker penis merupakan penyakit yang menyerang lapisan kulit (kulup) dan jaringan penis. Kanker terjadi ketika sel-selnya berkembang dengan tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Meski jarang terjadi, sebaiknya kita tetap harus mengetahui apa saja gejala dan faktor penyebabnya agar dapat segera terdeteksi dan melakukan penanganan yang tepat sedini mungkin. Hal ini bertujuan agar menghindari dari risiko kanker yang lebih parah dan peluang sembuh juga akan semakin besar.

Apa itu Penis?

Penis pria dewasa

Penis adalah bagian luar dari alat kelamin laki-laki. Penis terdiri dari berbagai jenis jaringan, yang mencakup kulit, saraf, jaringan polos (smooth muscle) dan pembuluh darah.

Bagian utama penis yaitu batang penis, dan ujung kepala penis yaitu disebut dengan glans. Saat lahir, glans tertutup oleh lapisan kulit yaitu kulup atau dalam istilah medisnya preputium. Untuk membuang atau memotong kulup pada bayi/ anak laki-laki maka dilakukan prosedur sunat.

Mengutip Healthline, kanker penis terjadi saat sel-sel yang sehat di area penis tumbuh dan berkembang tak terkendali membentuk sebuah tumor. Tumor inilah yang lama kelamaan bisa berkembang menjadi kanker penis. Kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar penis, organ dalam tubuh dan kelenjar getah bening.

Menurut American Cancer Society, sekitar 2.300 kasus terdiagnosa setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Apa Gejala Kanker Penis?

Semakin cepat kanker penis terdeteksi, maka semakin baik. Jika terdeteksi dini, peluang untuk perawatan dan pengobatan lebih tinggi. Namun sebaliknya, apabila terlambat maka penyakit ini bisa bertambah parah. Karena kamu pastinya melihat penis saat buang air kecil, cobalah untuk mengamati area penis dan mulailah mendeteksi apakah ada kanker di tubuhmu. Umumnya, laki-laki yang belum sunat lebih berisiko terkena kanker penis.

Segera periksakan diri ke dokter apabila kamu merasakan gejala-gejala berikut ini:

  • Area di sekitar penis menebal dan/ atau warnanya berubah
  • Muncul gumpalan di penis
  • Penis meradang, dan muncul ruam kemerahan
  • Muncul benjolan kecil dan jika ditekan terasa keras
  • Adanya cairan di bawah kulup yang berbau
  • Penis membengkak

Sebagian besar gejala di atas berasal dari bakteri atau infeksi jamur, bahkan bisa karena reaksi alergi. Sebenarnya dapat diobati dengan krim atau salep anti bakteri dan anti jamur, namun jika nyeri masih terus terasa dan tidak kunjung sembuh ada kemungkinan ini adalah kanker penis. Oleh karenanya, kamu sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter agar lebih pasti. Sebab, biasanya kanker penis sering diabaikan sampai menjadi sangat parah.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Penis?

Meskipun ini adalah penyakit yang jarang terjadi, namun seseorang bisa memiliki risiko tinggi kanker penis apabila:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Perokok
  • Tidak menjaga kebersihan penis dengan baik
  • Tinggal di suatu daerah dengan sanitasi yang buruk dan kurang bersih
  • Belum sunat
  • Terkena infeksi menular seksual, seperti HPV (Human Papillomavirus)

Cara Mencegahnya

Ada dua jenis kanker penis, yaitu invasif dan non-infasif. Kanker non-infasif adalah yang tidak menyebar ke jaringan organ dalam tubuh seperti kelenjar getah bening dan kelenjar pada penis. Sementara itu, kanker penis infasif yaitu yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya seperti jaringan, kelenjar penis dan kelenjar getah bening di sekitar area penis.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Prosedur bedah untuk membuang/memotong kulup yang menutupi kepala penis
  • Selalu menjaga kebersihan penis
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Melakukan hubungan seksual dengan aman dan tidak berganti-ganti pasangan

Sunat Nyaman di Rumah Sunat dr. Mahdian

Salah satu cara mencegah penyakit ini yaitu dengan melakukan prosedur sunat. Kepala penis yang terekspos tanpa kulup dapat lebih mudah dibersihkan, sehingga menghindari adanya penumpukan smegma atau sisa kotoran di dalamnya. Bakteri atau jamur yang menumpuk bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti radang penis ataupun infeksi.

Di Rumah Sunat dr. Mahdian, kami melakukan tindakan sunat dewasa dengan metode berteknologi modern, Gun Stapler. Gun Stapler memiliki keunggulan yaitu prosesnya cepat, minim risiko pendarahan, dan tanpa jahit. Bahkan, proses penyembuhan dengan metode ini juga relatif cepat sehingga kamu pun bisa langsung beraktivitas. Untuk mencegah terjadinya komplikasi, kamu juga harus melakukan kontrol pascasunat sehingga dokter bisa memantau kondisi luka sunat. Hal ini bertujuan agar luka cepat kering dan tidak terjadi infeksi atau peradangan di sekitar area penis.

Nah, jaga kesehatanmu dari sekarang dengan sunat dewasa hanya di Rumah Sunat dr. Mahdian! Kunjungi website www.rumahsunatdrmahdian.com atau www.sunatdewasa.com dan follow Instagram @sunatdewasacom untuk update terkini seputar sunat.

Kamu juga bisa menghubungi nomor telepon 0811 9620 225 jika ingin mendaftar.

Semoga bermanfaat!

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya