Benarkah Sirkumsisi Dewasa Pengaruhi Ukuran dan Kesuburan Pria?

Ada sebuah opini jika melakukan sirkumsisi dewasa atau sunat di usia dewasa sebenarnya dapat memengaruhi ukuran dan kesuburan pria. Sehingga akan berkaitan juga dengan peluang kehamilan sang pasangan. Benarkah, demikian?

Sirkumsisi Adalah

Sebenarnya, sirkumsisi dewasa tidak ada hubungannya dengan ukuran apalagi keseburan pria. Sirkumsisi atau nama lain dari sunat adalah proses pelepasan/pemotongan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Tak hanya pada anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi dan juga dewasa.

Klik gambar untuk konsultasi

Manfaat Sirkumsisi Dewasa

Melihat dari sisi medis, ada banyak manfaat jika menjalani prosedur sunat, antara lain membantu:

  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis
  • Mengurangi risiko  infeksi saluran kemih 
  • Mengurangi risiko alami kanker penis dan kanker serviks pada pasangan
  • Menjaga kesehatan penis karena lebih mudah dibersihkan

Baca Juga: Apa Aja Sih Manfaat Sunat Bagi Dewasa?

Hal yang Memengaruhi Ukuran Penis Pria

Hampir semua laki-laki pernah mengkhawatirkan ukuran penisnya. Entah karena takut tidak memuaskan atau takut ukuran penis akan memengaruhi kesuburannya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ukuran penis pria, yaitu:

  1. Genetik atau faktor keturunan
  2. Ras atau etnis
  3. Diet
  4. Merokok memengaruhi penis. Asap rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, membuatnya menjadi sempit dan berdampak buruk pada elastin, jaringan yang berperan dalam kemampuan untuk ereksi.
  5. Hormon testosteron sangat penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan penis. 

Hal yang Memengaruhi Kesuburan Pria

penyebab pria tidak subur

Baik sirkumsisi dewasa maupun ukuran penis tidak memengaruhi peluang kehamilan pasangannya. Berikut adalah beberapa faktor apakah seorang pria subur untuk menghasilkan keturunan.

  • Kondisi kesehatan. Bila ada penyakit tertentu seperti gangguan hormon, infeksi, serta penyakit menular seksual, atau penyakut tertentu yang dapat memengaruhi kesuburan pria.
  • Faktor lingkungan. Misalnya terkena paparan zat kimia berbahaya atau logam berat di pabrik.
  • Suhu panas. Produksi dan kualitas sel sperma bisa menurun jika sering terkena suhu panas. Apalagi pada area selangkangan dan testis.
  • Berat badan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa pria yang kelebihan atau kekurangan berat badan akan lebih sulit punya anak daripada orang yang berat badannya ideal.
  • Gaya hidup. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, sering mengonsumsi minuman beralkohol, dan kurang tidur bisa membuat pria tidak subur.

Karena itu, bila sedang mengusahakan keturunan selama lebih dari setahun tetapi belum berhasil juga, sebaiknya segera hubungi dokter. Jadi, tidak ada hubungan antara sirkumsisi dewasa dengan ukuran penis ataun keseburan seseorang.

Klik gambar untuk konsultasi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya