Habis Khitan Dewasa Tidak Boleh Pakai Celana Dalam Ketat, Mengapa?

Pasien khitan dewasa ataupun anak-anak memang disarankan untuk tidak memakai celana yang ketat. Celana yang ketat bisa berisiko menekan area penis dan menyebabkan sakit pada area luka. Selain itu, sirkulasi udara dan darah ke area penis akan terhambat. Akibatnya, luka pada penis sulit atau lama kering sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih lama.

Klik gambar untuk konsultasi

Sebenarnya, tidak hanya saat setelah khitan dewasa saja yang disarankan untuk tidak menggunakan celana yang ketat. Sehari-hari pun sebaiknya juga menghindarinya. Meskipun terkesan sepele, perbedaan jenis celana dalam ini ternyata berpengaruh pada fungsi dan efeknya bagi tubuh, terutama terkait kesehatan reproduksi pria.

Baca Juga: Benarkah Sirkumsisi Dewasa Bisa Memengaruhi Kadar Testosteron? Ini Dia Jawabannya!

Hubungan jenis celana dalam pria dengan kesehatan seksual

Hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih celana dalam adalah bagaimana cara celana dalam mempengaruhi suhu pada area sekitar testis.

Hal ini penting karena testis hanya bisa menghasilkan sperma yang baik jika suhu pada area sekitarnya tidak lebih tinggi dari suhu tubuh. Peningkatan suhu dapat berisiko mengurangi tingkat kesuburan pria.

Celana dalam yang ketat atau brief dapat meningkatkan suhu sekitar testis. Walaupun bisa mengalami sedikit peningkatan suhu, namun belum ada penelitian valid yang mengatakan bahwa hal ini bisa memengaruhi kesuburan.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, belum ada penelitian khusus yang menyatakan bahwa penggunaan celana dalam tertentu dapat memengaruhi kesuburan. Selain itu penggunaan celana dalam juga bisa menyesuaikan dengan kegiatan dan kenyamanan.

Tips memilih celana dalam yang baik dan sehat

  • Pastikan apa tujuan penggunaan celana dalam. Apabila memilih menggunakan boxer untuk olahraga dengan intensitas tinggi, bukanlah ide yang baik karena bagian penis tidak terlindungi dengan baik. Namun jika hanya sedang bersantai di rumah, bahan celana boxernya haruslah yang menyerap keringat dan memungkinkan terjadinya pertukaran udara untuk menjaga suhu testis tetap di bawah suhu tubuh.
  • Jangan gunakan celana dalam yang terlalu ketat. Pilihlah yang sesuai ukuran.
  • Perhatikan pemilihan bahan dari celana dalam. Pilihlah bahan katun untuk penggunaan sehari-hari. Tapi, jika mau berolahraga, pilihlah bahan yang nyaman. Celana dalam juga harus menjaga area genital tetap berada pada kadar kelembaban yang seharusnya.
  • Jangan lupa mengganti celana dalam jika sudah mulai basah/lembab akibat keringat.

Nah, gimana? jadi ternyata penggunaan celana dalam ketat bukan hanya tidak boleh saat setelah khitan dewasa saja, tapi juga saat beraktivitas sehari-hari.

Tempat khitan dewasa terpercaya

Melakukan khitan dewasa tidak bisa sembarangan, haruslah dengan dokter yang sudah ahli, salah satunya bisa di Rumah Sunat dr. Mahdian.

Rumah Sunat dr. Mahdian adalah pelopor sunat dewasa dengan menggunakan metode modern berteknologi tinggi, Gun Stapler. Dengan dokter sunat berpengalaman, kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan sunat terbaik dengan mengedepankan kenyamanan bagi pasien. Kami juga memiliki lebih dari 30 cabang klinik yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah menangani lebih dari 300 ribu pasien.

Sebagai klinik sunat terbesar di Indonesia, Rumah Sunat dr. Mahdian selalu berkomitmen dalam memberikan pelayanan eksklusif dan selalu mengedepankan kenyamanan pasien. Kami juga menyediakan layanan gratis untuk kontrol pasca-sunat dan layanan panggilan darurat 24 jam.

Jadi, untuk apa menunda sunat kalau sunat bisa lebih nyaman hanya di Rumah Sunat dr. Mahdian.

Yuk, daftar sekarang di klinik terdekat dan rasakan pengalaman sunat yang berbeda dan lebih berkesan! Kunjungi website www.khitandewasa.com atau www.rumahsunatdrmahdian.com untuk mengetahui informasi terkait sunat. Atau cek Instagram @sunatdewasacom berbagai update lainnya seputar sunat dewasa.

Baca Juga: Sunat Dewasa Modern, Habis Sunat Bisa Langsung Aktivitas

Klik gambar untuk konsultasi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya