Sunat dan tidak sunat, ternyata ada perbedaannya. Kita tahu, bahwa sunat adalah prosedur untuk menghilangkan kulup dari kepala penis. Alasan seorang pria/bayi/remaja/anak muda melakukan sunat bervariasi. Baik karena alasan keagamaan, kebersihan, karena kondisi medis tertentu atau untuk mencegah kemungkinan masalah kesehatan tertentu, dll. Perbedaan antara penis yang sudah sunat dan tidak sunat sebagian besar terletak pada penampilan dan kebersihan.
Bagaimana Tampilan Penis yang Sunat dan Tidak?
Pada penis yang sudah sunat, kepala penis akan terlihat saat penis ereksi maupun tidak ereksi. Sementara penis yang tidak sunat terlihat lebih alami yang mana kulup yang terlipat membungkus kepala penis (glans penis), ketika penis tidak ereksi.
Ketika penis ereksi, kulup meregang seiring penis menjadi lebih tebal dan panjang, dan ujung uretra sering terlihat. Kulup dapat dengan mudah menggesernya ke belakang kepala penis jika orang tersebut tidak menderita kulup yang ketat atau kondisi lainnya.
Apa Pengaruhnya Terhadap Seks?
Beberapa penelitian telah dilakukan pada tahun 2012, 2013, dan 2016 pada pria yang sudah sunat dan tidak. Tujuannya adalah untuk memahami pengaruhnya terhadap seks, fungsi penis terkait seks jangka panjang, sensitivitas, dan lain sebagainya.
Beberapa penelitian pada tahun 2013 menunjukkan bahwa pria yang sunat merasakan sensitivitas yang lebih rendah saat berhubungan seks. Inilah yang membantu mereka bertahan lebih lama di ranjang. Namun, penelitian lain yang pada tahun 2016 membantah pendapat ini dengan mengatakan bahwa tidak ada banyak perbedaan sensitivitas antara penis yang disunat dan yang tidak.
Namun, hampir semua penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada efek negatif jangka pendek atau jangka panjang pada fungsi seksual penis setelah sunat.
Apakah Penis yang Sudah Sunat Lebih Panjang daripada yang Tidak?
Ini sama sekali tidak benar. Ukuran dan bentuk penis tidak berubah setelah sunat, terlepas dari kapan melakukannya.
Penis yang sudah sunat ‘mungkin’ terlihat lebih panjang saat ereksi karena tidak adanya kulup, tetapi secara medis hal itu tidak benar.
Bagaimana Prosedur Ini Memengaruhi Penampilan Penis?
Pada penis yang tidak sunat, kulup membungkus kepala/glans penis saat tidak ereksi. Saat penis ereksi, kulup meregang dan dapat bergeser ke belakang kepala penis. Kulup menjaga kepala penis tetap sedikit lembap (secara relatif) sehingga terlihat jauh lebih halus daripada penis yang sunat.
Pada penis yang sudah sunat, ketiadaan kulup memperlihatkan kepala penis dan terlihat agak kering, serta tekstur pada kepala penis mungkin sedikit berubah.
Apakah Lebih Higienis?
Tidak juga. Upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan penis yang tidak sunat sedikit lebih banyak daripada penis yang disunat. Untuk membersihkannya, harus mendorong kulup ke belakang kepala penis dan bersihkan dengan sabun lembut secara teratur agar tetap bersih dan menghilangkan kotoran/cairan tubuh dan smegma.
Smegma adalah zat berwarna putih kekuningan yang terbentuk di bawah kulup yang dapat berbau dan dapat menyebabkan infeksi. Disarankan untuk menyeka penis yang tidak sunat dengan tisu toilet setelah buang air kecil agar tidak ada tetesan urine yang tertinggal di bawah kulup.
Tidak menjaga kebersihan penis dapat menyebabkan infeksi pada kulup dan kepala penis. Pada beberapa pria, kulup dapat menjadi penyebab kondisi medis tertentu seperti:
- Fimosis – suatu kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang dari kepala penis.
- Paraphimosis – suatu kondisi di mana kulup yang tertarik ke belakang tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis.
- Balanitis – infeksi pada kepala penis dan kulup
- Posthitis – infeksi jamur pada kulup.
Pada kasus penis yang sudah sunat, aliran air normal dan sedikit pencucian saat mandi sudah cukup karena kemungkinan penumpukan kotoran dan smegma lebih kecil.
Infeksi Menular Seksual
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics pada tahun 2012 , bahwa sunat mengurangi kemungkinan tertular HIV hingga 60%. Tidak hanya HIV, sunat juga mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual lainnya sekitar 30%. Alasan yang cukup baik untuk sunat, kan?
Dalam penelitian lain pada tahun 2017 , perempuan dengan pasangan yang sudah sunat memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi menular seksual seperti klamidia, sifilis, dan salah satu jenis herpes. Mereka juga terbukti kurang rentan terhadap kanker serviks.
Apakah Memengaruhi Kesuburan Pria?
Singkatnya, TIDAK. Prosedur menghilangkan kulup ini tidak memengaruhi kesuburan atau fungsi seksual penis pria. Kesuburan seorang pria bergantung pada beberapa faktor seperti ada/tidaknya sperma, jumlah sperma yang rendah, bentuk sperma, kemampuan sperma untuk berenang, dan lain sebagainya.
Jika Anda sedang memikirkan untuk melakukan prosedur menghilangkan kulup ini pada saat usia dewasa, namun masih ragu. Silakan datang ke Rumah Sunat dr. Mahdian. Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter tentang tindakan ini.
Baca Juga: Sunat Pada Orang Dewasa, Kenapa Banyak yang Melakukannya?



