Balanitis: Gejala, Faktor Penyebab dan Cara Mengobati

klik gambar untuk konsultasi

Balanitis adalah peradangan yang terjadi di kepala penis yang ditandai dengan pembengkakan atau kepala penis yang memerah akibat adanya infeksi bakteri, jamur maupun alergi. Kebersihan yang kurang terjaga dan terlalu banyak menggunakan sabun juga dapat menimbulkan iritasi yang mengakibatkan balanitis.

Iritasi di sekitar kepala penis dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Penyebab iritasi antara lain karena sabun yang masih menempel di penis, menggunakan sabun yang mengandung banyak bahan kimia, atau mengoleskan losion atau pelembab ke area penis. Hal-hal inilah yang bisa mengakibatkan balanitis.

Pada umumnya, balanitis terjadi pada anak-anak yang berusia di bawah 4 tahun, namun seringkali juga terjadi pada laki-laki dewasa yang belum sunat. Meski demikian, ini sebenarnya bukanlah kondisi yang serius karena dapat sembuh dengan melakukan perawatan yang tepat.

Apa Penyebabnya?

faktor penyebab balanitis

Pada laki-laki dewasa yang belum sunat, area sekitar penis mungkin akan lebih sering lembab sehingga sisa kotoran menumpuk di dalamnya. Bagian dalam kulup dan kepala penis adalah tempat ideal untuk bakteri maupun jamur tumbuh dan berkembang biak jika kebersihannya tidak terjaga. Balanitis dapat terjadi pada usia berapapun namun umumnya pada laki-laki yang mengalami fimosis (kulup yang menempel di kepala penis), kegemukan, dan sensitif pada bahan kimia.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut ini adalah beberapa penyebab dari balanitis, di antaranya:

  • Infeksi jamur pada penis
  • Infeksi penyakit menular seksual
  • Sensistif atau memiliki alergi terhadap sabun yang mengandung banyak bahan kimia
  • Kondisi kulit yang menyebabkan gatal, kering, dan memiliki eksim atau psoriasis
  • Memiliki penyakit diabetes

Seperti Apa Gejalanya?

Peradangan atau pembengkakan pada penis adalah salah satu gejala balanitis pada pria. Gejala lainnya yaitu bisa berupa:

  1. Kulup yang melekat di kepala penis
  2. Area genital terasa gatal
  3. Rasa sakit di sekitar penis
  4. Bengkak pada penis dapat menekan uretra sehingga bisa menyebabkan rasa nyeri saat berkemih

Apabila kamu merasakan beberapa dari gejala tersebut, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter maupun tenaga medis akan melakukan pemeriksaan guna mendiagnosis apakah infeksi yang terjadi menyebabkan balanitis. Selain pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan tes urin atau tes darah untuk memeriksa apakah kamu memiliki diabetes atau infeksi lainnya.

Cara Mengobati Balanitis

Pengobatan balanitis sebenarnya tergantung dari penyebab dan gejalanya. Pengobatan tersebut mencakup:

  • Krim anti jamur: Jika penyebab infeksi yaitu karena jamur, dokter akan memberikan krim anti jamur. Kamu bisa mengoleskannya ke bagian kulup dan kepala penis sesuai anjuran dari dokter
  • Antibiotik: Apabila balanitis terjadi karena infeksi penyakit menular, maka dokter akan memberikan obat antibiotik dan tergantung pada jenis infeksinya.
  • Lebih menjaga kebersihan penis: Jagalah kebersihan area genital setiap kamu habis buang air kecil dan mandi dengan rutin. Jangan lupa untuk mengeringkan area penis dengan handuk kering dan lembut untuk mencegah penumpukan sisa kotoran di penis
  • Mengatur tingkat gula darah: Bagi yang menderita diabetes, maka sebaiknya atur pola makan dan cek gula darah rutin agar kondisi tubuhmu tetap stabil.
  • Melakukan sunat: Balanitis berulang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika masih juga terjadi, dokter akan menyarankan untuk melakukan sunat, terutama untuk kamu yang mengalami fimosis.

Jadi, sebelum kamu terkena balanitis sebaiknya lakukan dulu pencegahannya. Kamu bisa rutin membersihkan penis dan menjaga area genital tetap kering. Cobalah untuk menarik secara perlahan kulit (kulup) yang menempel di kepala penis saat membersihkannya. Jangan lupa juga untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari risiko terkena infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan balanitis.

Apabila semakin parah, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

klik gambar untuk konsultasi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya