Herpes Genital Pada Pria

Herpes genital adalah penyakit kelamin menular akibat virus herpes simplex (HSV). Biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, anus, atau mulut kemudian bisa menyebar melalui sentuhan, meski lebih sering menyebar melalui hubungan seksual. Kebanyakan kasus, orang yang terinfeksi herpes genital sering kali tidak menyadari karena tidak mengalami gejala selama bertahun-tahun. Akibatnya, penyakit ini bisa menyebar dengan mudah tanpa diketahui.

Ada 2 jenis virus herpes simpleks, yaitu tipe satu dan dua. Tipe 1 (HSV-1) merupakan penyebab utama herpes oral dengan ciri luka melepuh (lenting) sekitar mulut dan bibir. HSV-1 juga dapat menyebar dan menyebabkan herpes genital. Kemudian, HSV-2 adalah penyebab utama herpes pada kelamin. Virus ini penularannya hanya bisa melalui hubungan seksual. Infeksi herpes simpleks (kelamin) berlangsung seumur hidup, tetapi pengobatan bisa mengatasi gejala sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit pada orang lain.

Menurut WHO, kasus herpes genitalis lebih banyak wanita alami ketimbang pria. Hal ini karena transmisi virus tipe 2 lebih berisiko dari pria ke wanita daripada wanita ke pria. Meski begitu, pria juga berisiko menderita penyakit ini, khususnya untuk mereka yang belum sunat dan sering berganti-ganti pasangan.

Baca Juga: Manfaat Sunat Orang Dewasa, Bantu Kurangi Risiko Terinfeksi Herpes Genital

Penyebab dan Gejala Herpes Genital Pada Pria

Penyakit herpes genital penyebabnya adalah virus herpes simpleks yang penularannya dan menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom atau seks oral dan berciuman. Begitu virus masuk melalui luka kulit yang terbuka atau lewat membran mukosa pada mulut atau alat kelamin. Kemudian, virus akan berjalan menelusuri jalur saraf.

Seiring berjalannya waktu, virus akan bisa menjadi aktif. Ketika hal ini terjadi, virus akan berenang kembali ke permukaan bawah kulit untuk mulai beraksi. Pada kondisi ini, virus dapat menyebabkan wabah gejala. Gejala penyakit herpes genital pada pria biasanya muncul antara dua hari sampai dua minggu setelah terinfeksi saat pertama kali.

Gejala penyakit kelamin pada pria yang paling umum meliputi berikut.

1. Flu dan tidak enak badan

Pada tahap awal, gejala yang muncul biasanya adalah timbulnya rasa gatal pada penis yang disertai gejala flu umum, seperti:

  • Demam,
  • Sakit kepala,
  • Badan pegal linu,
  • Tidak nafsu makan
  • Kelenjar getah bening membengkak — terutama pada bagian selangkangan

Pria yang menunjukkan gejala ringan mungkin tidak menduga bahwa mereka telah terinfeksi herpes.

2. Bintil pada penis

Gejala pada pria meliputi bintil kecil pada area sekitar penis. Bintil pada penis sebenarnya merupakan hal umum, namun jika bintil tersebut menimbulkan beberapa keluhan bisa menjadi gejala dari penyakit herpes. Misalnya, seperti:

  • Gatal
  • Kesemutan dan terasa hangat,
  • Berkembang menjadi benjolan yang teriritasi dan terasa menyakitkan
  • Berwarna kemerahan dan bertekstur padat, berisi cairan putih atau transparan
  • Muncul terpisah satu per satu atau secara berkelompok
3. Luka pada kulit penis

Bintil yang muncul kemudian akan pecah dan kemudian menyebabkan luka borok terbuka yang basah dan terasa perih. Infeksi herpes berada pada tahap yang paling menular selama pembentukan luka borok. Luka dapat tetap terbuka selama satu sampai empat hari. Semakin lama akan muncul kerak pada bagian pinggiran luka yang akan mengeras menjadi kopeng. Dalam dua-tiga hari, kulit baru akan terbentuk di bawah kopeng.

Proses ini akan menyebabkan kulit retak dan timbul pendarahan dari kopeng, serta kulit terasa rasa nyeri, gatal, atau kering bersisik. Dalam beberapa hari, keropeng yang terbentuk pada luka borok akan mengelupas dan memperlihatkan kulit baru dan bebas virus di bawahnya. Waktu penyembuhan berlangsung selama sekitar tiga sampai tujuh hari.

Bahaya Herpes Genital

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat atau CDC, gelombang pertama dari gejala penyakit ini biasanya merupakan periode penyakit yang terburuk. Untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain, hubungan seksual tidak disarankan selama periode ini. Gejala penyakit ini pada pria biasanya hilang dalam waktu dua sampai tiga minggu, atau mungkin bisa juga lebih cepat.

Sayangnya, virus tetap tinggal dalam sistem tubuh Anda selamanya, dan bisa “hidup” lagi di lain waktu. Infeksi herpes pada umumnya bisa kambuh hingga empat hingga lima kali dalam waktu satu tahun setelah penderita sembuh total dari wabah gejala pertama. Beberapa pasien melaporkan rasa kesemutan ringan pada daerah bekas infeksi sebelum akhirnya mengalami gejala kambuhan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tubuh manusia akan membangun kekebalan terhadap virus, dan wabah mungkin timbul makin jarang, bahkan berhenti sama sekali pada beberapa orang.

Apakah Bisa Sembuh?

Sampai saat ini, masih belum ada obat untuk menyembuhkan herpes genital. Kendati demikian, gejala penyakit kelamin ini dapat berkurang atau mencegah lebih parah dengan terapi pengobatan. Pengobatan juga dapat mengurangi risiko menyebarkan virus ke orang lain.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Tidak Perlu Malu untuk Sunat Dewasa

Sunat dewasa adalah topik yang sering kali dianggap tabu atau memalukan untuk dibicarakan. Namun, penting untuk mengubah pandangan ini karena sunat dewasa adalah langkah berani